Notification

×

Mahasiswa Meninggal karena Sering Makan Mi Instan dan Begadang? Ini Kata Dokter

Sabtu, 24 Desember 2022 | Desember 24, 2022 WIB Last Updated 2022-12-25T09:56:14Z
Foto: Ilustrasi/Istimewa

JAKARTA - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jody Yudha Permana meninggal di kamar indekos, Senin (19/12/2022). 


Kematian Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang itu dikait-kaikan dengan kebiasaannya makan mi instan dan begadang. 


Pihak Unnes yang diwakili Zaenal Abidin saat dikonfirmasi, Jumat(23/12/2022), membantah pihaknya mengeluarkan pernyataan Jody meninggal karena terlalu banyak makan mi instan dan suka begadang.


 Pernyataan itu tidak bisa dijadikan pembenaran.


"Perlu saya luruskan, pernyataan Jodi sering makan mi instan dan begadang itu dari teman-teman kosnya, karena dia menumpang di kos adik kelas," kata Zaenal, dilansir Liputan6.


Jodi memang sudah sakit sejak 2020, namun penyakitnya belum diketahui karena yang bersangkutan enggan diajak berobat. 


Dari keterangan teman-temannya, Jodi kerap muntah pada pagi dan malam hari.


Sementara keterangan dari Polsek Gunungpati dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), kematian Jody karena sakit. 


Dari hasil pemeriksaan luar tubuh, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada fisik Jody.


"Jenazah sudah dikirim ke kampung halamannya, tiba pukul 18.00 kemarin" kata Zaenal.


Penjelasan dokter


Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawah Besar, Jakarta Pusat, Andi Khomeini Takdir, makan mi instan dan begadang hanya salah satu faktor yang memicu perburukan kondisi kesehatan seseorang.


Sampai saat ini, pernyataan makan mi dan begadang bisa menyebabkan meninggal dunia belum bisa dibuktikan. 


Kemungkinan besar ada pemicu lain yang diduga jadi penyebab utamanya.


"Terutama jika dia hanya makan mi saja, tidak ada asupan lain. Mi mengandung banyak natrium tapi gizinya sedikit. Salah satu penyakit yang bisa diderita darah tinggi, juga masalah lambung," kata Andi, dikutip dari CNNIndonesia.


Menurutnya, hal yang paling penting bukan menghindari mi instan. Melainkan lebih peduli dengan kondisi tubuh sendiri.


"Ada beberapa poin yang bisa dipetik. Salah satunya terkait dengan gangguan kesehatan di awal yang harus disadari dan segera ditangani," kat Andi.


"Jangan dibiarkan, karena kalau kita lebih cepat tahu biasanya penatalaksanaannya lebih mudah dibandingkan kalau sudah kronis atau sudah parah," pungkasnya. (*)